Breaking News
recent

Mencari Tanah di Perumahan Yogyakarta Apakah Mudah?

Tanah Perumahan, Tanah Perumahan Yogyakarta, Tanah Perumahan Jogja, Tanah Perumahan Jakarta, Tanah Dijual Perumahan
Mencari Tanah di Perumahan Yogyakarta Apakah Mudah? - Sudah cukup banyak pembeli property terutamanya untuk tanah yang kesulitan mencari tanah di perumahan khususnya wilayah Yogyakata. Adapun kalau sebagian pembeli property menemukannya, kendala berikutnya adalah harga dari tanah itu sendiri yang cenderung lebih mahal dibandingkan dengan tanah diluar kawasan perumahan. Sepintas memang fakta seperti ini sulit diterima oleh kebanyakan orang yang hendak membeli tanah di perumahan. Akan tetapi kenyatannya memang seperti itu, terlebih banyak faktor yang membuat harga tanah di perumahan hamper setengah kali lipatnya lebih tinggi di luar perumahan.

Sebenarnya kendala harga tersebutlah mengapa tanah di perumahan Yogyakarta tidak mudah dicari, selain karena peminatnya yang cukup besar dan seiring bertambahnya waktu. Disisi lain, pihak pengembangnya pun lebih menyarankan untuk membeli rumah siap bangun dengan menawarkan tipe dan desain tertentu. Secara otomatis, pengembang atau developer perumahan tidak menyediakan pembelian property dalam bentuk tanah atau kavling tanah. 

Faktor apa saja sih yang membuat tanah di perumahan cenderung lebih mahal dibandingkan dengan tanah diluar perumahan?  Selain faktor persepsi dan logika ekonomi dimana semakin bertambahnya waktu harga atau nilai property pun akan semakin naik. Herannya lagi sebagian dari peminat tanah di perumahan yang sudah faham akan fakta tersebut, yaitu selisih harga tanah yang lebih tinggi di perumahan dibandingkan diluar perumahan. Akan tetapi proritas pilihannya pun akan tetap dijatuhkan untuk tanah di area perumahan. Memang bisa disadari, keadaan seperti ini adalah tergantung spekulasi dan tujuan dari pembeli itu sendiri.

Adapun faktor-faktor lain yang perlu diperhatikan serta dipahami dalam mencari dan sebelum membeli tanah di perumahan agar tidak ada kesan menyesal karena salah dalam membeli sebidang tanah, berikut hal – hal yang perlu  diperhatikan
  1. Tanah di perumahan tersebut sudah mengantongi ijin dan legalitas yang lengkap dan aman yang dapat melindungi pemilik  untuk kedepannya. Seperti legalitas utama dalam bentuk Sertifikat Hak Milik (SHM) untuk kawasan perumahan yang dijual oleh pengembang atau developer berbadan hukum, dan pastikan developer tersebut sudah memiliki Ijin Pemanfaatan Tanah (IPT) dan Ijin Site Plan. Ijin tersebut wajib dimiliki setiap developer atau pengembang dengan tujuan peruntukkan dan perubahan fungsi lahan sebagai perumahan serta menegaskan keamanan tanah dalam kawasan sesuai dengan rancangan tata kota.
  2. Tanah di dalam kawasan perumahan pasti didukung adanya infrastuktur yang memadai. Jalan lingkungan yang tertata berdasar blok plan, saluran drainase, jaringan listrik, jaringan PDAM, juga taman lingkungan, open space, gerbang masuk perumahan yang terkosep, dan lainnya, merupakan fasilitas khas kawasan perumahan. Dengan sendirinya, fasilitas standart dan penunjang tersebut membuat nilai ekonomisnya semakin tinggi.
  3. Tanah di area dalam perumahan merupakan lahan matang efektif. Pengertiannya, sebidang tanah yang dijual tersebut tadinya berasal dari luasan utuh sebelum dikurangi Fasum dan Fasos yang besarnya menacapai 40 % dari total luas tanah aslinya. Kondisi ini otomatis membebani tanah efektif yang sudah berupa tanah kavling efektif dari segi harga. Namun demikian, Fasum dan Fasos itu sendiri pada gilirannya juga menjadi nilai tambah ekonomis kawasan. Membuat kawasan lebih tertata, nyaman ditinggali serta memberi ruang interaksi bakal penghuninya kelak.
  4. Tanah di kawasan perumahan identik dengan aman dalam pengertian seutuhnya. Pagar keliling dan penataan sub kawasan berbentuk cluster, satu akses pintu masuk, dan adanya pos satpam di bagian depan. Rangkaian infratrusktur fisik yang disediakan developer ditujukan untuk mewujudkan rasa aman. Bagi penghuni, rasa aman adalah faktor terpenting yang mempengaruhi nilai ekonomi, alias harga.
  5. Tanah di perumahan terkesan exclusive. Tak bisa dipungkiri, kelompok masyarakat dalam satu klasifikasi kelas, cenderung memilih berinteraksi, berkumpul dan tinggal, juga megidentifikasi diri dengan klasifikasi kelas yang serupa. Meskipun dari segi sosiologi kecenderungan ini tak sepenuhnya sehat, faktanya exelusivisme tempat tinggal justru jadi kecenderungan dominan. Tanah di dalam kawasan perumahan menegaskan kecenderungan ini, meski harganya lebih mahal.
Penting adanya memperhatikan beberapa hal diatas, selain memahami kenapa mencari tanah di perumahan tidak mudah dan kalaupun menemukan harga ditawarkan pun cukup mahal dibandingkan dengan tanah diluar perumahan. Walaupun begitu persepsi masyarakat terutamanya yang lebih spekulatif, membeli tanah di perumahan meskipun lebih mahal akan tetapi nilai jual kembalinya pun nantinya akan lebih mahal, melihat dari segi keamanan legalitas dan fasilitas serta tata ruang perumahan sudah pasti tidak akan surut peminatnya.

TANAH PERUMAHAN COM | JUAL BELI SEWA PROPERTY

Rumah Dijual - Tanah Dijual - Properti Komersial

Tersebar di Banyak Situs Properti Ternama dan Media Sosial
Tanah Perumahan

Tanah Perumahan

Powered by Blogger.